Movie Hari Ini – All About Deutschland Football

0

Pagi ini, hal pertama yang kutemui adalah sepaket dvd sepakbola Jerman yang kemarin lusa aku pinjam dari Herr Fajar. Belum kutonton sih, ya karena dvd idolaku sendiri (MU punya) malah belum kutonton, jadi aku buat resume via wikipedia dulu ya, tapi perlu diingat all pictures are real original. Hahaha. Berikut cuplikannya:

Karikatur Lukas Podolski sebagai Cover

Judul asli     : Deutschland. Ein Sommermärchen

Durasi         : 110 menit

Sutradara    : Sönke Wortmann

Penulis       : Sönke Wortmann, Frank Griebe

Pemeran    : Jürgen Klinsmann, Joachim Löw, Oliver Bierhoff, tim sepak bola Jerman

Cinematography : Frank Griebe

Tanggal Rilis      : 5 Oktober 2006

Negara              : Jerman

Bahasa             : Jerman

Fakta singkat:

– Menceritakan sejarah pesepak bolaan di Jerman, dan perjalanan Jerman saat Piala Dunia 2006

– Dirilis saat German Unity Day

– Akhir November 4juta orang sudah menonton film ini, sehingga menjadi film dokumenter terlaris di Jerman

– Di TV channel ARD pada tanggal 6 Desember 2006 ditonton oleh 10juta orang

– DVD nya dirilis pada 8 Februari 2007 dan dana yang diperoleh disumbangkan ke SOS Children’s Villages

Selamat nonton yang original. Syarat dan ketentuan: kudu bisa bahasa Jerman, ato paling tidak bahasa tubuh, hahahaha… ^^

Cover DVD Original Football Germany

 

TOTORO MEIN NACHBAR (SYNOPSIS)

0

Oleh : Hayao Miyazaki

Versi : Deutchland 2009

Diambil dari cerita tahun 1988

Cast :

  1. Satsuki          : Maresa Sedlmeir
  2. Mei                : Paulina Bohlmann
  3. Dad               : Philipp Brammer
  4. Mama            : Christine Stichler
  5. Groβmutter      : Monika John
  6. Kanta             : Moritz Günther
  7. Totoro             : Gerhard Jilka

Time : 82 min

                Satsuki yang berumur 8 tahun, dan adik perempuannya, Mei pindah rumah di sebuah desa dengan ayahnya yang merupakan professor di sebuah Universitas mereka pindah karena ibu mereka sedang berada di rumah sakit. Mereka pindah di sebuah rumah tua.

                Saat pertama kali datang ke rumah tersebut, mereka menemui beberapa biji-bijian. Dan setelah ditelusuri Mei melihat sesuatu benda hitam yang dapat terbang dan menghilang di dalam rumah, dan puncaknya saat di lantai dua, Mei melihat mereka dan menangkap salah satunya. Namun saat diperlihatkan ke kakaknya, sesuatu tersebut berubah menjadi serbuk hitam.

                Saat malam tiba, Satsuki menyiapkan air panas untuk mandi, ketika dia mengambil kayu, kayu-kayunya terbang tertiup angin, dan Satsuki merasa ketakutan karena hal tersebut sangat ganjil dengan angin yang kencang dan sebagainya. Dan ketakutan Satsuki dan Mei mereka ceritakan kepada ayahnya, Ayah pun menyuruh mereka tertawa keras agar ketakutan hilang, saat itu angin bertiup sangat kencang. Setelah mandi, mereka pun langsung tertidur pulas.

                Keesokan paginya, Satsuki, Mei, dan Ayah berboncengan sepeda menuju rumah sakit untuk mengunjungi Ibu. Mereka saling melepas rindu dan menceritakan rumah baru mereka. Ibu pun mendengarkan dengan sabar sambil menyisir rambut Satsuki yang sebenarnya pendek.

                Saat Satsuki pergi ke sekolah, Mei dan Ayah tetap di rumah. Ayah mengerjakan tugas dari kampus, sedangkan Mei bermain di halalaman. Saat Mei bermain itulah secara tidak sengaja dia melihat binatang kecil seperti kelinci. Mei mengikuti binatang yang ternyata juga dapat menghilang itu. Binatang itu lari di kejar Mei sampai ke basement yang mana tidak dapat dimasuki Mei. Dan ternyata ada 2 binatang, yang satu berwarna putih kecil, satu lagi agak besar dan berwarna hitam. Mereka gagal untuk lari secara sembunyi-sembunyi. Sampai kemanapun mereka pergi diikuti oleh Mei. Sampai masuk ke dalam lubang di sebuah pohon besar (Pohon keramat di Jepang yang biasanya diikat oleh tali putih dan dihias dengan kertas putih juga). Nah di dalam lubang itulah Mei bertemu pertama kali dengan Totoro. Sampai dia tertidur beralaskan Totoro. Mei yang hilang itu pun dicari Satsuki dan Ayahnya. Satsuki menemukan topi Mei yang jatuh di dekat semak-semak saat mengejar hewan-hewan tadi. Satsuki pun masuk ke lorong semak, dan menemukan Mei tertidur di dalamnya. Mei pun menceritakan pada kakak dan ayahnya mengenai Totoro, namun mereka tidak percaya, ei pun mencoba menelusuri jalan yang tadi dilewatinya saat akan menuju gua, namun selalu keluar dari semak, tidak seperti jalan panjang yang dilaluinya tadi. Setelah mendengarkan cerita Mei, Ayah mengajak mereka melihat Pohon Keramat di desa itu, dan ternyata pohon itulah tempat masuk ke lubang Totoro, namun ternyata tidak ada lubang sama sekali. Mereka pun berdoa sejenak di depan Pohon keramat. Lalu kembali ke rumah.

                Keesokan harinya Ayah harus kembali ke Universitas. Mei dititipkan ke Nenek saat Satsuki sekolah. Tapi ternyata ketika di sekolah, Mei mendatangi Satsuki sambil menangis bahwa dia ingin ikut Satsuki sekolah. Akhirnya Mei pun duduk di kelas bersama Satsuki. Dan dia menggambar Totoro. Sepulang sekolah hujan lebat, mereka tidak membawa paying, lalu berteduh di tempat pemujaan Buddha. Kanta pun meminjami mereka paying, sedangkan dia sendiri hanya berlari-lari tanpa payung. Sorenya, Satsuki dan Mei mengembalikan payung Kanta. Lalu mereka menjemput ayah di Bus Stop. Bus pertama ternyata bukan ayah mereka. Lalu sepeda lewat. Hujan masih terus turun. Dan semakin gelap, Mei pun mengantuk sehingga Satsuki menggendongnya di punggung.  Saat itulah tiba-tiba ada langkah kaki, dan setelah dilihat lebih dekat ternyata itu adalah hewan besar sekali berwarna coklat dengan daun kecil di kepalanya sebagai payung. Satsuki pun meminjamkan payung yang seharusnya untuk ayahnya ke hewan tersebut, yang tidak lain  adalah Totoro. Totoro pun  senang sekali, dia lebih senang ketika tetesan hujan yang dari pepohonan yang mana lebih besar, suaranya ketika menimpa payung membuat Totoro senang sekali. Kemudian dia pun meloncat dan membuat semua pohon memuntahkan air, yang membuatnya tertawa terpingkal-pingkal, dan membuat Mei terbangun. Hujan pu reda. Lalu datanglah Bus Kucing, benar-benar kucing, Totoro memberikan bungkusan dari daun kepada Mei, lalu masuk ke bus itu, dan masih tetap membawa payung dari Satsuki tadi. Satsuki dan Mei masih terbengong-bengong saat Bus Kucing lenyap dan diganti oleh Bus yang memuat ayah mereka.

                Ayah memasang tenda anti nyamuk ke lingkup futon, mereka pun  bersiap tidur, tetapi ayah tidak tidur, dia mengerjakan tugas. Tiba-tiba ada cahaya yang membangunkan Satsuki, dan kemudian membangunkan adiknya setelah tahu itu Totoro bersama hewan putih hitam mengelilingi taman yang sudah mereka Tanami biji-bijian yang merupakan isi bungkusan yang diberikan Totoro. Dan mereka menarikan tarian cepat tumbuh. Biji-biji tersebut langsung tumbuh menjadi sebuah pohon yang sangat besar. Lalu mereka semua diajak Totoro naik ke atas gasing, dan keliling desa menimbulkan angin, dan suara-suara malam, kemudian mereka kembali lagi dan berada di puncak pohon dan menyanyikan suara-suara malam dengan alat music.

                Keesokan harinya Satsuki dan Mei membantu nenek memanen jagung dan buah-buahan, saat mereka berpiknik ria di bawah pohon, mereka mendapat telegram dari Ibu yang di antar Kanta. Di telegram itu diceritakan bahwa Ibu sakitnya kambuh, Satsuki pun syok, dia kemudian lari mencari sambungan telepon bersama Kanta, yang mana tidak semua orang di desa tersebut mempunyai telepon. Mei mengikuti mereka sambil membawa jagung, padahal sudah dilarang Satsuki. Karena lagkah Mei yang kecil, dia tertinggal, dan mengambil jalan yang salah, sampai bertemu dengan kambing besar yang mencoba memakan jagung Mei. Mei pun marah kepada kambing itu, dan membentak bahwa jagung itu untuk Ibunya. Setelah menelepon ayahnya perihal telegram, dengan lunglai dia dan Kanta pulang, dan bertemu Mei. Sampai rumah Satsuki dan Mei bertengkar hebat karena emosi mereka yang diuji mengenai ibu mereka, Mei ingin ke rumah sakit, tapi dilarang Satsuki. Sampai sore hari mereka tetap berdiam diri. Nenek yang mengantarkan pakaian bersih dan kemudian mencari air, menghibur Satsuki. Mei dengan tekat kuat pergi tanpa pamit sembari membawa jagung, dengan maksud pergi sendiri ke rumah sakit, yang mana terletak sangat jauh di lain daerah.

                Satsuki dan nenek panic ketika mendapati Mei tidak ada, Satsuki pun sangat sedih, dia berlari-lari ke jalan-jalan sambil meneriakkan nama Mei sambil menangis, dia sangat menyesal sekali karena telah berkata kasar kepada adiknya. Dia bertanya ke orang-orang apakah melihat adiknya, namun nihil, sampai Kanta mengantar kabar buruk bahwa sepatu adiknya ditemukan hanyut di sungai. Satsuki sangat sedih, dia pun berlari ke tempat orang-orang desa yang berkumpul mengelilingi sepatu Mei. Lalu dia mencoba menemuka Totoro di dalam semak-semak yang dulu ditunjukkan adiknya. Dan ternyata jalan yang dulunya sangat pendek menjadi panjang dan berakhir di sebuah lubang. Di lubang itu, Satsuki bertemu Totoro lagi, dia sembai menangis menceritakan mengenai adiknya yang hilang, Totoro mengajaknya terbang ke atas pohon dan mengaum. Aumannya ternyata memanggil Bus Kucing (hal sama ketika hujan dulu, dia juga mengaum dan Bus Kucing muncul). Satsuki pun di suruh masuk ke dalam Bus yang mana arah tujuan sudah berubah menjadi kata MEI. Di dalam bus penuh dengan bulu-bulu kucing yang tebal, empuk, dan hangat. Dan dimulailah perjalanan menuju Mei. Perjalanan tersebut melewati nenek dan orang-orang, namun mereka tidak tahu karena hanya menimbulkan angin.

                Pada akhirnya Satsuki menemuka Mei terduduk di pematang saawah, menangis. Pada awalnya Mei mengira halusinasi saja, namun ketika melihat Satsuki dari atas tiang listrik, dia senang sekali. Mereka pun berpelukan, dan mendapati Bus Kucing sudah merubah arah tujuan ke rumah sakit. Sesampai rumah sakit, Satsuki, Mei, dan Bus Kucing hanya bertengger di atas pohon dekat jendela Ibu, yang mana sudah ditemani Ayah. Mereka senang Ibu baik-baik saja. Kemudian Ayah menemukan jagung, dengan tulisan “Untuk Ibu” di jendela.

                Demikianlah akhir cerita, pesan yang dapat dipetik:

  1. Jangan membenci seseorang, karena semua orang sebenarnya adalah baik.
  2. Jangan pula membenci tetangga kita, karena kepada merekalah pertama kali kita meminta bantuan.
  3. Kita harus saling percaya antar anggota keluarga.
  4. Tertawalah agar tidak takut.
  5. Tetangga kita bukan hanya manusia, namun juga alam dan hewan-hewan di dalamnya, yang mana juga akan membantu, melindungi, dan selalu bersama kita.

Kesanku:

                Pada awalnya tertawa terbahak-bahak karena kelucuan Satsuki dan Mei, namun pada adegan terakhir sampai akhirnya, 15 menit an mungkin, aku menangis terus, sedih banget lho, dalem, sampai hati pokoke, mungkin karena aku juga punya adik ya, atau mungkin juga karena beberapa menit sebelumnya aku jalan dari kampus ke kost (2.5 km) karena ban sepedaku bocor kena paku gedhe banget panjang 5 m an, diameter 3 mm an, uang yang kubawa cuma 1000, hujan lagi, sepanjang jalan aku nyanyiin Aitakatta karena baru download jadi ingetnya itu, jadi curhat nih, hahaha.

                Wajib nonton, karena banyak nasihat, dan baik untuk anak-anak, bahasanya mudah dipahami walaupun bahasa Jerman, dan aku baru ikut kursus level 1, tapi agak ngeh. Film selanjutnya adalah PONYO. Tunggu saja sinopsisnya. Tchüss….

Sinpsis Protect the Boss Episode 9 Part 2

0

Dan Eun Seol lah yang minta maaf pada orang itu, bukan Na Yoon, hehe. Dan dengan sok ngebossi Na Yoon dengan angkuh mengajak Eun Seol ke rumahnya (rumah Eun Seol dan Myeon Ran, hehe). Dan mencoba semua barang yang baru dibelinya. Dan ketika Myeon Ran protes kenapa dia gak ke rumah temannya, dia mengalihkan pembicaraan dengan pergi ke kamar mandi.

Dan ketika mereka tinggal berdua, si Myeon Ran protes ke Eun Seol, kenapa sehabis Eun Seol dan Ji Heon kissing, Na Yoon malah ke sini, dan Na Yoon yang sejak semula gak berminat ke kamar mandi dengar, dan menangislah dia, hihihi.

Dan Ji Heon memikirkan perkataan Mo Won, kalau dia dan Mo Won sama-sama menyukai Eun Seol.

Saat mau tidur, Eun Seol dan Na Woon ngobrol sejenak membicarakan kisah cinta mereka. Dan kemudian Na Yoon mengkritij rumah kecil mereka, tapi dia menyukainya. Dan menganggap rumah mereka seperti tenda saat dia camping waktu dia masih kecil dulu, yang membuat Myeong Ran naik pitam lah, yang langsung dicegah Eun Seol.

Keesokan harinya, seperti biasa Eun Seol membangunkan Ji Heon. Tapi malah ditarik ke ranjang, dasar. Dan malah ketahuan Pak Cha.

Jadi demi kebaikan anaknya, Pak Cha membawa mereka bersama ke kantor cus takut terjadi apa-apa lagi, dan lihat saja, tempat duduk jadi sempit kan, dan Ji Heon masih sempat-sempatnya menyuruh Pak Cha tidak mendesak-desak Eun Seol yang mana membuat Pak Cha semakin sebel, hehe.

Dan mereka pun berjalan ke kantor sama-sama, seperti keluarga chaebol, hehe. Dan bertemu dengan Mu Woon.

Dengan sok gentle Ji Heon menyilakan semua untuk masuk ke lift duluan. Di dalam lift suasana agak kaku cus Pak Cha memperhatikan Ji Heon dan Mu Won, yang mana sudah ketahuan punya rasa special buat Eun Seol. Dan Ji Heon malah membuat suara kentut dengan menggelembungkan udara di mulutnya, hehe, gak jadi serius dong.

Di keadaan lain saat Pak Cha dan Sekretaris Jang hanya berdua, mereka membicarakan mengenai tranfernya Eun Seol ke kantor cabang minggu ini.

Dan Eun Seol pun mendapat pemberitahuan mengenai hal itu.

Ji Heon yang mengira diajak bicara berdua aja dengan Eun Seol di atap gedung terkaget-kaget karena Mu Won juga datang, yang juga terkejut. Eun Seol membicarakan mengenai jawaban lamaran mereka berdua, dia menolak keduanya. Yang mana keduanya pada berprotes ria. Dan ketika Eun Seol pergi mereka berdua langsung saling menyalahkan seperti anak yang merebutkan mainan di toko, hehe.

Eun Seol dan Ji Heon pergi survey café kopi. Dan Ji Heon tetep keukeuh ngomong ke Eun Seol kalo dia percaya Eun Seol suka padanya. Dan ketika Eun Seol mencoba membaui wangi kopi, Ji Heon mendorong tangan Eun Seol ke wajahnya, hehe.

Ji Heon juga dandan lebih macho supaya Eun Seol makin suka padanya. Tapi Eun Seol gak menanggapi.

Dan mereka survey makanan dengan cita rasa kopi. Dan ketika Eun Seol makan dengan lahapnya, Ji Heon ngomentari, kalo orang selalu makan dengan cantik dan hati-hati, Eon Seol makan dengan begitu nikmatnya, dan Ji Heon suka itu, hehe.

Dan saat mereka survey, semua orang (pelanggan) di café itu mayoritas sedang menjalin kisah kasih mereka di sana. Dan Ji Heon jadi memikirkan mereka.

Ji Heon memikirkan Eun Seol saat di toilet setelah kejadian itu, dan tersenyum-senyum saat mengucapkan kata Eun Seol.

Tapi langsung kaget pas keluar toilet, karena Eun Seol tepat di depan toilet.

Saat dalam perjalanan pulang, mereka membicarakan mengenai hasil survey nya. Dan Ji Heon mengomentari kalo dia suka bekerja sambil nge-date seperti ini, tapi Eun Seol gak menggubris, malah membicarakan mengenai promosi pasar pihak café yang kurang karena biaya promosi yang mahal disbanding pendapatan mereka. Dan saat Ji Heon membicarakan mengenai kisah cinta mereka, Eun Seol membicarakan service yang buruk di kebanyakan café, dan Eun Seol mengusulkan part timer ke bossnya. Dan karena sudah waktu makan siang, Ji Heon ngajak Eun Seol ke taman cus dia ingin menepati janjinya kalau Eun Seol sudah menyatakan cinta kepadanya dia akan memberitahukan all about traumanya.

Di kantor, Pak Cha, Sekretaris Jang, dan Sekretaris Park, membicarakan mengenai Sook Hee, Pak Cha meminta Sekretaris Park membantu Bu Sook Hee karena dia merasa tersentuh dengan peran Bu Sook Hee sebagai ibu dan wanita karir, lhah karena Pak Park itu spy nya Bu Sook Hee, seneng banget lah dia. Setelah Pak Park pergi, Pak Cha bertanya mengenai hasil laporan kesehatan Ji Heon, tapi karena Pak Jang lupa naik pitam lah Pak Cha, lucu banget ekspresinya

Di depan kantor, Bu Sook Hee secara gak sengaja bertemu dengan ayahnya Eun Seol, mengingat kejadian sebelumnya yang mana ibunya Na Yoon menunjukkan foto calon besannya, dia pun langsung berkaget ria.

Dan ketakutan dikiranya ayahnya Eun Seol mengikutinya, padahal dia Cuma mau mengembalikan hp nya Bu Sook Hee yang tadi jatuh saat mereka bertabrakan. Bu Sook Hee bertemu dengan Mu Woon di lift dengan raut ketakutan. Saat ditanya dia malah menjawab kalau dia ketakutan tanpa tahu apa yang ditakuti dan berlari, hihihi, ada2 saja ibu ini.

Para penjaga yang mengira ayah Eun Seol pembuat gara-gara malah kewalahan karena ketangguhan ayah Eun Seol. Dan ketahuan oleh Pak Cha.

Mereka pun membicarakan permasalahan mereka di ruang kerja Pak Cha setelah ayah Eun Seol mengenalkan dirinya dan mengolok-olok Pak Cha. Dan ketika Pak Cha memberitahukan bahwa Ji Heon suka Eun Seol, ayah Eun Seol menolak menerima Ji Heon, karena beranggapan orang tua mana yang mengizinkan anaknya bergaul dengan anak gangster, hehe. Dan ketika Pak Cha hamper keceplosan kalo pemberitaan bahwa dia gangster itu akibat ulah Eun Seol, dia membatalkan niatnya, hehe. Dan sebagainya, mereka saling memojokkan dan menghina. Dan setelah memberikan cinderamata berupa sapu tangan dan memberikan hp Bu Sook Hee yang tadi jatuh, dia pun meninggalkan ruangan Pak Cha.

Dan saat telephone bordering, dan Pak Cha mengangkatnya.

Terbongkarlah spyer Pak Park…

Dan di luar pun Bu Sook Heed an Mu Won bertemu ayah Eun Seol lagi… hehe.

Dan mereka pun bertemu Eun Seol dan Ji Heon.

Mu Won dan Ji Heon pun mendapat ceramah dari ayahnya Eun Seol.

Ibu Na Yoon sebal karena Na Yoon masih menginap di rumah Eun Seol dan berencana mendobrak mereka.

Di rumah, Na Yoon dan Myeong Ran sedang bermasker ria.

Eun Seol dan ayahnya melanjutkan kemarahan mereka di teras rumah. Dan menjelaskan kalau hari ini adalah hari terakhir dia bekerja. Ayahnya pun kaget apakah itu karena dia, tetapi Eun Seol mengatakan tidak. Dan ketika Myeong ran dan Na Yoon melihat kea rah mereka, ayahnya mengira kalao mereka perampok karena memakai masker, dan mereka mengenalkan diri mereka. Dan datanglah ibu Na Yoon. Dan ketika mau memukul Na Yoon, ayah Eun Seol pun langsung betindak melerai mereka dengan jurusnya, hehe.

Di kantor, Pak Cha yang sudah tahu kebusukan Pak Park yang sedang mempresentasikan hasil kerjanya hanya menyimak dalam diam. Dan ketika itu sudah selesai, Pak Cha berteriak-teriak, marah akan dirinya sendiri, yang mana membuat Pak Jang panic. Pak Cha yang sensitive langsing mengingatkan Pak Jang agar tidak mengkhianatinya karena kalo itu terjadi, dia akan sendiri. Dan Pak Jang menyerahkan hasil medical Ji Heon dan tahulah dia mengenai agoraphobia.

Nenek yang baru pulang ke rumah di kagetkan Pak Cha, yang sedang resah mengenai putranya. Nenek pun bilang kalo Ji Heon berusaha mengatasi masalahnya, jadi dia mendukungnya dari belakang. Dan mereka pun bertingkah selayaknya ibu yang membesarkan hati anaknya yang sedang sedih.

Ji Heon lagi-lagi sedang berfikir, mengenai kata-kata ayah Eun Seol. Dan berfikir untuk pergi menemui mereka.

Nenek mencari obat herbal yang ternyata lagi-lagi dicuri oleh cucunya sendiri untuk calon mertuanya, hehe.

Eun Seol yang sedang memikirkan kepindahannya, tiba-tiba mendengar bahwa bossnya datang. Dia mengira Ji Heon tahu, tapi ternyata Ji Heon mau menemui ayahnya. Ayahnya yang semula diam diri tiba-tiba menunjukkan tinjunya di muka Ji Heon, dan mengeluhkan respon Ji Heon yang lambat. Dia mengeluhkan kalo dia tidak suka Pak Cha, Ji Heon bilang itu gak adil, dan Eun juga membela kalo Pak Cha sebenarnya sangat baik. Ayah Eun Seol bilang ke Eun Seol apa dia berencana menikahinya kok dia membela gitu. Ji Heon yang merespon, iya, saya akan menikainya. Langsung aja ayah ngamuk, dan Eun Seol meneriakinya gila. Dan tiba-tiba ada panggilan dari Pak Cha, dan Eun Seol pura-pura kalo temannya yang bernama Bong Sook, lucu banget i.

Eun Seol pun menemui Pak Cha. Pak Cha ternyata membicarakan mengenai phobia Ji Heon, Eun Seol pun memberitahu Pak Cha segala yang dia tahu bahwa Ji Heon menderita phobia itu saat ibunya meninggalkan dia sendiri di taman, dan tidak kembali lagi, dia pun jadi lupa jalan untuk pulang dan kemudia setelah kakak laki-lakinya meninggal phobianya bertambah parah, karena dia beranggapan semua itu salahnya. Akhirnya Pak Cha berharap Eun Seol membantu Ji Heon, dan tidak jadi pindah.

Ji Heon yang baru saja pulang dari rumah Eun Seol sangat kaget akan kehadiran Pak Cha di kamarnya dengan memeluk boneka kodoknya yang bernama Dooly, hihihi, dasar uda kepala tiga tapi imut banget si Ji Heon ini.

Eun Seol berupaya memenuhi janjinya kepada Pak Cha dengan merancang system pembelajaran untuk Ji Heon.

Keesokan harinya Pak Cha dan Pak Jang membicarakan masalah perusahaan, Bu Shin, dan Ji Heon.

Di tempat lain Ji Heon membicarakan mengenai ayah Eun Seol yang mana sangat tidak menyukainya. Dan saat Eun Seol mengajaknya mulai berlatih dan menarik tangannya, hal ini tertangkap oleh mata si Mu Won.

Dan ternyata program Eun Seol adalah menjadikan Ji Heon part timer di café, biar sekalihan latihan phobia dan mengerjakan proyek perusahaannya.

Saat melamar part time, di café pertama gagal karena da terlalu tua.

Di café kedua karena status akademisnya sangat tinggi, kenapa ini jadi masalah. Hehe.

Dan karena tidak ada yang berhasil akhirnya Eun Seol menjelaskan alasannya kepada seorang manager café, dan berharap agar statusnya tidak dikeahui pegawai lain dan menganggap Ji Heon sama dengan yang lain.

Akhirnya Ji Heon mulai memakai seragam part time nya, dan di kamar ganti dia bertemu dengan orang yang menjaganya selama di taman hiburan ketika Eun Seol naik kora-kora, ingat?

Mu Won dan Bu Shin sedang membicarakan ibu Na Yoon yang mana sedang dalam masa kejayaan. Hehe. Sebenarnya mengenai investasi yang besar, dan Na Yoon yang selalu disuruh mengikuti kencan buta oleh ibunya.

Mu Won pun pergi menemui Na Yoon, sebenarnya dia masih ada rasa dengan kepeduliannya, tapi gak mau mengakui si oppa ini, hehe.

Dan seperti mengharapkan bantuan wajah Na Yoon memelas meminta tolong agar dibebaskan dari kencan buta ketika saat perpisahan mereka.

Mu Won pun tanggap dan mengikutinya, menginstruksikan Na Yoon agar keluar mobil saat lampu hijau.

Dan mereka pun berhasil kabur. Mu Won menawarkan hotel milik ibunya.

Mu Won sedang mencari-cari apa ya itu… dan ditanyai mengenai hotel oleh ibunya, dan Mu Won tidak berminat untuk menjawabnya. Karena ibunya ingin dia membantunya, lalu dia mendorong ibunya untuk keluar dan beristirahat.

Dan saat inilah saatnya Ji Heon pertama kali bekerja, ayahnya mensupportnya dari belakang. Sikap aneh Pak Cha membat Ji Heon menduga yang tidak-tidak, seingga Pak Cha yang semula berbaik hati kembali marah-marah lagi.

Eun Seol di tengah perjalanan menuju café di beri tukang kaca mata sebuah kaca mata.

Penjual bunga semaket bunga mawar merah.

Gelang.

Kebab.

Teddy.

Dan mengira semua ini ulah Ji Heon, padahal Mu Won.

Akhirnya selesai juga…. Episode 9========TAMAT============D

Sinopsis Protect the Boss Episode 9 Part 1

0

Ingat gimana terakhir dari episode  8, Ji Heon kissing Eun Seol untuk yang kedua kalinya, gimana reaksinya? Haha. Lalu mereka terlibat pembicaraan seru, dan akhirnya Ji Heon tetap akan menunggu jawaban Eun Seol sampai kapan pun…

Dan sebagai salam perpisahan, goodbye kiss lagi lah, hehe

Ji Heon senyum-senyum sendiri dalam perjalanan pulangnya, hehe

Dan berjabat tangan serta memeluk penjaga di rumahnya (yang gak mungkin bakal dilakuin si Ji Heon tanpa sanitizer nya, hehe)

Dan ternyata di rumahnya nenek, ayah, dan bibinya sedang makan bareng… saat nenek mendapat telfon, dan Pak Cha + Bu Shin ditinggal berdua aja, Pak Cha mengingat masalah yang menimpa anak-anak mereka yang terpengaruh Eun Seol, lalu sadar kalo ternyata Bu Shin merupakan ibu juga (ga sekedar wanita karir)… hihi, lucu da pokoknya… dia berusaha menghibur Bu Shin, tapi selalu salah paham, hihihi… tapi akhirnya mereka saling pengertian, bagaimana Mu Won yang gak pernah mengecewakan ibunya tiba-tiba berbuat demikian sangat memukul hati sang ibu, dan bahwa Pak Cha sangat keren karena dapat mengatasi Ji Heon yang selalu mengecewakan ayahnya.

Dan tingkah laku Ji Heon yang baru saja datang dengan cerianya menyapa ayah dan bibinya (efek kissing masih berlanjut). Dan hal tersebut membuat ayahnya curiga bahwa dia telah melakukan sesuatu dengan Eun Seol. Ji Heon pun langsung kabur, hehe. Yang langsung dikejar ayahnya sambil mengacung-acungkan tinjunya ke Ji Heon. Bu Shin pun berfikir kalo Mu Won pasti kalah oleh Ji Heon, dan menggeleng-gelengkan kepala.

Di tempat lain, Na Yun dan Mo Won sedang makan bersama. Dan karena Na Yun mengeluh terus tentang bagaimana tanggapan ibunya, bagaimana dia pulang nanti, apakah ibunya akan membunuhnya, deelel. Akhirnya Mu Won meninggalkan dia untuk makan sendiri… lagi, hehe.

Di tempat lain lagi, Eun Seol memikirkan Mu Won, Ji Heon, deelel, dan merasa putus asa, sehingga Myuong Ran menghiburnya dengan kelewat aneh sehingga Eun Seol tertawa, mereka pun langsung membicarakan masalah itu.

Dan Eun Seol mendapat panggilan dari Mu Won, kalo Mu Won uda di depan rumahnya, lagi-lagi di tangga…

Mereka membicarakan mengenai keputusan Eun Seol, tapi Mu Won tetep keukeuh tetap menunggunya walaupun Eun Seol mengacuhkan mereka (Mu Won dan sepupunya yang ada di rumah, Ji Heon).

Dan di tempat lain Na Yun gelisah di depan rumahnya…

Dan terbentur pintu saat dia mengendap-endap mau membuka pintu ibuna malah membuka pintu itu, hehe

Dan terjadi aksi kejar-kejaran

Dan pembicaraan serius, ibunya meminta kunci mobilnya, dan menyuruh body guard untuk menjaganya, tapi Na Yun gak mau, dan mengancam untuk pergi, saat ibunya menyuruh para penjaga untuk menangkap Na Yun, Na Yun melawan dengan sepatunya, hihihi. Ibunya syok dan mengingatkan mengenai pendidikan dan tingkah lakunya, yang mana gak digubris Na Yun, hehe.

Dan aksi kabur dari rumah pun di mulai, hehe

Dan ketika Na Yun memesan kamar di suatu hotel, dan si resepsionis menelpon seseorang, dia sadar kalau dia tidak aman Nerada di hotel itu dan mengembalikan kuncinya ke si resepsionis.

Dan kemudian, dengan membawa barang belanjaan, yang kemungkinan dia beli untuk kebutuhan sehari-harinya, terutama make up tentunya, hehe, dia berjalan sepanjang jalan dan mencoba menelfon seseorang untuk tempat menginap, tapi tidak ada yang menjawab (Mo Won). Dan akhirnya memutuskan untuk menelfon Eun Seol.

Di rumah Mo Won yang baru mandi menyaba ibunya dengan panggilan direktur, dan langsung ditabok ibunya, hehe. Dan ibunya menceritakan kalau Ji Heon dan Eun Seol tadi melakukan sesuatu (kissing). Dan Mu Won berkata dia gak ada masalah dengan hal itu. Dan ketika ibunya marah-marah, Mu Won berkata apa ibu mau aku bernasib seperti ibu dan ayah tanpa cinta? Hehe. Ibunya pun tersinggung dan berkata mereka saling mencinta. Dan Mu Won berkata dia gak akan menyerah mengenai Eun Seol, tapi ketika ibunya hendak pergi, dia bertanya, “Apa yang mereka lakukan?” hehe, tetep aja dia jealous.

Di pinggir jalan, Eun Seol mencoba melerai Na Yoon yang sedang diganggu orang. Eun Seol masih memakai piyamanya, hehe. Yang ternyata sebenarnya orang itu mau membantu Na Yoon, hehe.

Tunggu yang part 2 – 6 jam dari sekarang ya…^^

Sinopsis Protect the Boss Episode 8 Part 4

2

Seharusnya synopsis itu intinya aja yo…

Okelah kalo begitu, yg pasti Ji Heon dilarang Eun Seol ngikuti lagi, tapi Ji heon keras kepala tetap mau menunggunya, dan dia jadi tau teman janjian Eun Seol tu Mo Woon.

Mo Woon juga tau kalo yang buat Eun Seol telat tu Ji Heon

Dan ternyata Mo Woon nembak Eun Seol… tadaaaa….

Mau memberi benda kesayangannya, pemberian satu-satunya dari ayahnya (kebanyakan –nya deh, hehe), tapi gak jadi, cus takut ditolak Eun Seol, hehe.

Cakep banget ah si Jaejong oppa^^.

Lha terus bosa basi dikit, dan Mu Woon pengen pertarungan yg fair antara dia dan Ji Heon. Dan ketika si Eun Seol mau berbicara mengenai Ji Heon, Mu Won langsung menyuruhnya gak mengatakannya cus takut ditolak, saying si, kalo aku si mana nahan nolaaaak ^^.

Dan Ji Heon ketemu Na Yoon di depan minimart

Na Yoon ngrasa malu nginget kejadian trakhir kali di taman hiburan, haha… dan Ji Heon pura-pura uda lupa. Dan Na Yoon tanya kenapa dia di situ, trus Ji Heon balik tanya, Na Yoon gelagapan gitu, dan membual kalo dia lagi survey. Haha, padahal…

Trus Ji Heon tanya kalo pake high heels sakit gak? Enggak dong, kan berkelas, kecuali kalo buat lari-lari. Ji Heon ngomong sendiri kalo Eun Seol tiap hari berlarian.

Na Yoon langsung ngambek. Dan Ji Heon minjam uang ke Na Yoon, haha, boss g punya uang ni critanya…

Buat beli salep kaki buat sang pujaan hati, ihiiir…

Na Yoon ngikutin Ji Heon sampe resto. Ngomong sendiri cus Ji Heon gak nggubris, ngomel-ngomelin si Eun Seol. Dan tiba-tiba Ji Heon berhenti dan menyuruh Na Yoon pergi ke dalam resto buat ngecek apa Mu Woon masih ada. Na Yoon semula gak mau, trus Ji Heon pura-pura mau ngecek sendiri, akhirnya Na Yoon maulah.

Tapi Ji Hen juga ngikutin Na Yoon, jan lucu banget dua orang ini…

Dan ketahuanlah oleh Mu Woon dan Eun Seol, yang kemudia mereka memutuskan buat menyudahi makan malamnya setelah Mu Woon dengan gentle memberi plester ke luka Eun Seol, langsung, kuulangi LANGSUNG… so sweet

Di luar resto terjadi cinta gak beraturan Na Yoon=Ji Heon & Mu Woon=Eun Seol.

Eun Seol diajak pulang Ji Heon, tp dia gak mau, gak ngegubris malah, masih sebel nih. Dan ketika Mu Won mengajaknya pulang, dia mau. Ji Heon tetep keukeuh ngajak Eun Seol pulang bareng dia, dan ditolak mentah-mentah oleh…. Mu Woon, haha, dasar sepupu aneh. Trus Eun Seol bilang langsung ke Ji Heon kalo dia baren Mu Woon, tapi langsung disamber Na Yoon, bahwa dia lah yang bakal ngantar Eun Seol.

Dan pesaingan kedua sepupu pun dikalahkan oleh pesaing aneh dari kubu cewek, haha

Tapi di tengah perjalanan Na Yoon langsung menurunkan Eun Seol, tapi kemudian berubah pikiran dan mengajaknya minum-minum.

Dan di kubu lain, kedua sepupu cakep kita juga minum-minum dan saling menjatuhkan mengenai siapa yang lebih sering dengan Eun Seol dalam hal minum begituan.

Di kubu cewek juga persaingan yang hanya diladenin oleh satu kubu yaitu Na Yoon sebagai pejuang, dan Eun Seol yang meladeni omongan gak karuan dari Na Yoon.

Kembali ke kubu cowok, mereka tetep mempermasalahkan siapa yang pantas menjadi pendamping Eun Seol, dan menggunjingkan Na Yoon. Kedua sepupu ini punya selera wanita yang sama e, hehe…

Dan seterusnya, dan seterusnya, lalu di kubu cewek, si Eun Seol baru kembali dari toilet dan mendapati Na Yoon pingsan karena kebanyakan minum. Tapi dia tetep sadar sewaktu diingetin kalo mulutnya akan mencong kalo cara tidurnya gitu, haha, si perfeksionis…

Lhah trus dia nyoba menghubungi hp Mo Woon, yang mana diterima oleh pemilik kedai minum di seberang yang menyuruhnya membawa kedua cowok yang mabuk berat di kedainya. Dia ingin cepat diberesin karena istrinya mau melairkan, haha, embel…

Lhah trus Eun Seol berusaha membawa Na Yoon padahal dia lebih pendek jadi terlihat ga seimbang.

Dan kemudian bersama pemilik kedai dia membopong eh menggendong kedua cowok kece.

Dan menaruhnya di tempat di mana Na Yoon berada…

Dan setengah bangun Ji Heon menyadari adanya Eun Seol, dan kemudian malah memeluk Mu Woon, hehe…

Pak Cha sedang tidur duduk di ruang tamu ditelfon Eun Seol…

Yang memberitahunya untuk ngubungin jarkom ke ibunya Mu Woon ma Na Yoon, tapi cara pengucapannya lucu banget, tonton sendiri aja ya kalo pengen tau…hehe

Dan Eun Seol menunggui ketiganya dipinggir jalan…

Dan aksi mengembalikan ketiganya ke masing-masing orang tua mereka pun berlangsung… yang masing masing malah memarahi Eun Seol… hihihi

Dan ketika pulang dengan kesal, malah ada dua orang mabuk yang mengganggunya…

Alhasil mereka kena bogem mentah Eun Seol, hihihi…

Dan Myeong Ran menjemput Eun Seol, dan melepaskan kekesalan mereka dengan lagi-lagi… menyanyi

Dan minum-minum di tangga, banyak banget adegan di tangga ini eh…

Dan esoknya Mo Woon bangun dengan pusing dan melihat gelang pemberian ayahnya…

Dan Ji Heon langsung panic juga gimana keadaan Eun Seol begitu bangun

Dan Eun Seol merasa kalo hari ini bakal ada rentetan kejadian buruk mengalaminya

Ji Heon yang panik langsung merenteti ayahnya dengan pertanyaan all about Eun Seol

Dan kejadian-kejadian lucu yang kudu kalian liat sendiri

Liat Pak Cha nodong-nodongin gunting tanaman ke Ji Heon dan nenek, hihi

Dan Eun Seol di siding oleh ibu Mu Woon dan Na Yoon

Tapi gagal, lihat ekspresi mereka

Dan ketika Pak Cha telfon Eun Seol, langsung diserobot Bu Shin yang mengira itu telfon dari Mu Woon

Dan mereka (para ibu-ibu) langsung kaget pas lihat si nenek datang

Dan mendapat ceramah dari nenek untuk yang kedua kalinya, hehe

Dan berbicara empat mata dengan Eun Seol

Dan Na Yoon nrima telfon dari Eun Seol setelah kejadian lucu, silakan liat sendiri…^^, trus Eun Seol nyritain kalo kedua ibu-ibu baru saja ngrecokin dia…

Dengan begitu Na Yoon langsung merundingkan hal ini dengan Mu Woon

Dan Ji Heon memikirkan kata-kata Eun Seol tadi malam

Dan langsung melakukan latihan di danau atau apalah itu

Dia menyanyi di depan banyak orang…

Dan jogging di pinggir padang rumput nan luas…

Dan di tempat lain, para ketiga orang tua kaya sedang berdiskusi masalah ini dan itu about Eun Seol

Dan adegan di lift yang gak mungkin dilewatin, hihi…

Dan bertemu Eun Seol lagi…

Dan terjadilah pembicaraan serius antara boss dan sekretaris anaknya boss, membicarakan mengenai phobia yang dialami anak boss, yang mana si boss belum tahu, dan tetep gak tau karena si sekretaris tidak memberitahunya, hehe…

Eon Seol senang sekali ketika mendapat video call dari Ji Heon…

Dan mendapat telfon dari Ji Heon yang mana udah menunggunya di depan rumah, padahal dia di kantor… dan padahal lagi itu sedang weekend lho…

Di lain tempat, dua orang ibu-ibu yang sedang mendiskusikan foto-foto hasil jepretan mata-mata ibu Na Yun ditadatangi anak mereka… jreng-jreng-jreng

Dan membuat hipertensi mereka kambuh karena keduanya membela Eun Seol, hihihi

Dan si Na Yun ketakutan setengah mati ketika sudah sampai di luar gedung akibat ulahnya dan Mu Won tadi…

Di kantor, Eun Seol yang bertemu dengan Pak Cha di lift langsung berusaha memberitahu Ji Heon, tapi tidak sempat

Dan aksi penculikan Eun Seol pun terjadi di luar kantor…  lucu banget da

Kegiatan social Pak Cha kembali berlangsung di rumah sakit, eh, jangan salah tangkap dulu… ini dia…

Bagiin makanan untuk para pasien…

Dan pembicaraan antara dua pasangan kita di….

Tangga… ya ampuun

Dan pengakuan si Eun Seol, dan… kissing

Akhirnya…. Episode 8…..====TAMAT====

Sinopsis Protect the Boss Episode 8 Part 3

0

Eon Seol : seperti aku akan mengorbankan seluruh hidupku untuk Cha Ji Heon. Hidupku akan berakhir seperti ini.

Ji Heon : Kenapa berakhir eh? Baiklah, aku mengerti kamu marah. Tapi ini bukan salahku. Hari ini aku seperti ini karena aku sangat mengkhawatirkanmu. Jadi tenangkan dirimu, dan bersikaplah lebih rasional ya… Aku benar-benar takut sekarang, sampai tidak bisa bernafas (terengah-engah, mulai lagi deh aksinya kaya si Kim Joo Woon di Secret Garden yak). Sekarang karena kamulah hatiku sakit. Enggak ding, tidak hanya hatiku, aku merasa sangat sakit semua, seluruh badanku merasa kesakitan (untung dia gak keceplosan pesakitan, hihihi)

Eon Seol : Apakah Cuma kamu yang merasa sakit, hah? Aku juga sakit tau!

Ji Heon : Oh? Yang mana sakit? Hei, di mana yang kamu rasakan sakit?

Eon Seol : Pernahkah kamu berlari dengan high heels? Aku terus berlari kemana-mana sejak bertemu denganmu (karena disuruh-suruh terus). Kakiku gak pernah istirahat. Benar-menar menyakitkan tau! Apa kau piker hanya kakiku yang sakit? Kepalaku juga hampir pecah karena sakit. Semua itu karena kamu. Jika aku gak kerja dengannya lagi, apa yang akan dia lakukan? Bagaimana dia akan hidup? Ini seperti ibu yang kehilangan anaknya. Aku belum menikah, tetapi aku sudah menjadi ibumu! Kau bilang kamu menyukaiku? Dan kamu ingin aku berada di sisimu selamanya? Bagaimana denganku heh? Kamu ingin aku menjadi tukang bersih-bersih untukmu sepanjang sisa hidupku? Dan menghabiskan waktu liburku berlari kesana-kemari seperti orang gila? Kakiku lelah dan sakit, hatiku juga begitu tau. Tapi kamu berkata aku pahlawan dan seperti superhero bagimu. Enggak! Aku gak sebaik itu! Kalau seseorang dapat membayar lunas tagihan kartu kreditku, aku akan berhenti berbuat masalah dengan bank lagi, dan akan menyimpan uangku baik-baik dan gak berhutang lagi. Aku hanya kepingin pekerjaan tetap, jadi aku dapat bekerja tanpa kekhawatiran. Aku gak punya keinginan apa-apa lagi. Aku gak sebaik itu, gak sehebat itu. Jadi jangan bergantung kepadaku. Aku juga sangat lelah. Aku juga ingin bergantung pada seseorang (punya pacar, hihihi). Aku mengatakan padamu untuk gak banyak complain, tapi aku melakukan untuk diriku sendiri. Jadi, apa yang aku katakan adalah aku mohon kamu hidup dengan baik, aku bukan hanya salah satu yang menderita, kesakitan, aku selalu menampilkan yang terbaik yang kubisa. Gak seperti kamu yang selalu mengeluh (sombong euy). Kumohon bekerja dan hiduplah dengan baik direktur! Mengerti? Jawab! Jawab aku!

Ji Heon : Ok, aku ngerti. Akan aku terima. Tapi batalkan kalau kamu mau berhenti bekerja ya.

HP Eun Seol bunyi tuh…

Sms dari Mo Woon… Aku juga telat kok, jangan khawatir, aku akan menunggumu…

Eun Seol : Apa lagi ini!

Ji Heon : Hei, dengarkan aku selesai bicara dulu dong sebelum kamu pergi.

Eon Seol : Aku sudah telat. Aku lupa kalau ada janji tau.

Ji Heon : Ayo pergi bareng.

Eun Seol : Jangan ikuti aku, pulanglah. Ayahmu mencarimu.

Ji Heon : Gimana sih, masa hanya membicarakan ceritamu saja. Aku juga punya sesuatu untuk dibicarakan. Lagian, aku gak punya uang atau mobil. Dan aku gak tau jalan pulang (hahaha, ga mungkin, berapa taun dia tinggal di Seol?

Eun Seol : Kerjakan apa yang aku katakan ok? Pertama, cari taksi. Kedua, katakan pada sopirnya tujuanmu. Ketiga, pas sampai rumah pencet bel, dan katakan orang rumah untuk membayar taksi, ok? Kamu dapat melakukan ini sendiri kan? (kalo si Oska-Secret Garden- pas habis dari kantor polisi itu kok gak bisa ya, padahal sampai nyanyi-nyanyi gitu, hihihi). Aulah, bisa ato enggak, aku gak peduli, yang penting udah aku katakan.

Ji Heon : Aku gak bisa, aku gak bisa pergi. Kamu membuatnya seperti ini terakhir kali kita bertemu.

No Eun Seol pun lari mengejar bis. Ji Heon ikut-ikut tuh, hehe…

Tapi gak masuk-masuk… hihihi, dan akhirnya masuk dengan sedikit dorongan cinta dalam dirinya, ciyeee… lhah tapi karena dia ga bawa uang, Eun Seol yang semula pura-pura gak kenal dengan terpaksa membayarinya dong. Dan Ji Heon yang ga pernah naik bus, duduk di kursi untuk ibu hamil, malunyaaa… (di sini belum ada e, nunggu sumbangan dari korea kali ya) haha…

Eun Seol bilang kalau dia uda ga memedulikan Ji Heon lagi. Ji Heon disuruh menganggap mereka tidak saling kenal. Ji Heon berusaha melunakkan hati pujaan hatinya, bahwa dia ga akan menyentuhnya, tapi hanya menginginkan Eun Seol mendengarkan kata-katanya. Dia meminta maaf, dan mengatakan kalo ini g fair buat Eun Seol. Dan menyadari kalau semua adalah salahnya. Dan berharap Eun Seol gak marah lagi.

Trus minta untuk bicara di luar bus. Dan memintanya untuk tidak berhenti bekerja. Dan karena ini pertama kalinya dia naik bus, dia jadi agak panik, dia minta izin untuk menyentuh Eun Seol. Ciyeee….

Lhah tapi tiba-tiba bus ngerem mendadak, ckiiieeeet…..

Mak nyut, Ji Heon reflex langsung narik rambut Eun Seol buat pegangan. Hihihi. Gatot deh baikannya gara-gara panikisasi… hihihi

Sinopsis Protect The Boss Episode 8 Part 2

0

Chairman Cha : Lha sebenarnya kan maksudku sebaliknya… Filsafat terbalik….Mom tau kan filsafat terbalik itu

apa?

Nenek             : Tidak tau e… hehehe

Di tempat lain, yaitu di resto tempat janji kencan Mu Won-Eon Seol, lhah tapi Mu Won sendiri lhah, lhawong si Eon Seol masih nungguin bayi besar (Ji Heun). Kasihan, kalo aku sih g bakal ngebiarin cowok secakep itu duduk sendiri lhah, pada ke mana si para fans nya… ckckck

Dan ternyata alasan Eun Seol tidak bisa menghubungi Mu Won karena hp si Mu Won tertinggal di dalam mobil yang ditemukan ma park interpreternya resto itu. Lha tahulah si Mu Won kalo Eun Seol kudu ngurusin bos bandel. Lhah tapi kata-katanya so sweet banget e (sesuatu yang sangat kukhawatirkan-begono), lewat sms tu Eun Seol ngungkapin kalo dia uda nyoba calling tapi ga diangkat, Mu Won disuruh panggil balik kalo uda baca pesannya tu.

Lalu ada panggilan. Tapi dari Na Yoon…hekekeke…

Mu Won : Apa…:|

Na Yoon : Tebak aku di mana? 😀

Mu Won : To the point aja lhah:|

Na Yoon : Aku di resto Prancis yang dulu sering kita kunjungi (Ji-Mo-Na). Di sinilah aku sekarang…Tapi rasa dan suasananya sungguh berbeda e… Orang-orangnya juga ga ngenakin. Sekarang kamu lagi ngapain? Kalo tidak sibuk kesini aja lho…

Mu Won : Aku sangat sibuk sekarang karena ada janji

Na Yoon : JANGAN TUTUP DULU!! (hahaha). Aku tau ini memalukan, maaf, tapi aku makan sendirian e. Aku tidak ingin makan di rumah, tapi aku juga tidak ingin makan sendirian. Aku sudah mengirimkan pesan ke semua staf perusahaan untuk datang. Tapi gak ada yang datang.

Mu Won : Maaf, aku benar-benar sudah ada janji, selamat makan ya… (klik, hihi kasian Na Yoon)

Di tempat yang lain lagi, Eun Seol masih berkutat ama Si Boss

Ji Heon : Eun Seol! Kamu marah po? Kamu sudah mencariku kemana-mana ya tadi. Aku benar-benar mengkhawatirkanmu, tapi kamu jangan mengkhawatirkanku dong.

Eun Seol : Bagaimana aku tidak khawatir!

Sambil cengar-cengir Boss bilang…

Ji Heon : Eun Seol, kamu sangat bahagia sekarang (karena nemuin dia). Jadi tenangin dirimu ya… Aku boss mu, dan Eun Seol sekretarisku, ingat?

Eun Seol : Iya boss… mungkin aku tidak akan menjadi sekretarismu lagi di waktu dekat ini…

Ji Heon : What?

Eun Seol : Mulai sekarang saya akan merubah perbedaan kelas ini. Dan memberimu beberapa nasihat. Jadi dengarkan baik-baik cah nakal.

Ji Heon : APA!

Eun Seol : Apa ada masalah? Aku seumuran denganmu tau. (Mirip kata-kata sekretaris Ji Heon pas ngundurin diri dulu lho…). Tapi kalo secara mental, aku itu seperti kakakmu yang berumur beberapa tahun darimu. Dasar kamu ni…!! Ok. Apapun ini, adik ataupun kakak, sekarang aku gak peduli lagi.

Ji Heon : Kenapa kamu tadi bilang gak bakal jadi sekretarisku lagi? Siapa yang memberimu izin? Kenapa kamu mengatakan hal yang gak bertanggung jawab seperti ini?

Eun Seol : Ini semua karena kamu tau!

Eon Seol : Bukannya aku sudah mengatakan sebelumnya. Kalau sesuatu semakin memburuk aku akan pergi.

Ji Heon : Ah, ini pasti Ayah lagi… Aku tahu, jangan khawatir, aku akan….

Eun Seol : Gak perlu, aku tetap akan pergi.

Ji Heon : APA!!

Eun Seol : Aku sudah memikirkan masak-masak tadi ketika tadi mencarimu ke mana-mana.