Tips Mencuci Pakaian dengan Sempurna, Efektif-Efisien

Referensi: Martha Stewart

1. Siapkan Pakaian yang Akan Dicuci

Menyiapkan Pakaian

Lepaskan bros, pin, dan peniti, tarik resleting, kaitkan pengait, hal ini dilakukan untuk mencegah abrasi dan karat pada besi. Tetapi jangan mengaitkan kancing baju. Tarik kantong baju ke posisi luar, ratakan kaos kaki, dan buka gulungan semua jenis pakaian. Tali ikat pinggang dan semua jenis tali untuk mencegah kekusutan. Taruh jenis kain yang halus seperti lingrie, rajutan, dan sutra dalam kantung jaring dan putar ke arah luar untuk mencegah tersangkut.

2. Pelembut Pakaian

Pelembut Pakaian

Sisa dari pelembut dan peawangi pakaian dapat menyebabkan alergi, menghalangi aliran udara pada serat kain sehingga pakaian terasa lembab. Solusinya, tambahkan campur 1/4 pelembut pakaian dengan 1 cangkir cuka pada bilasan terakhir. Jangan samakan penambahan cuka ini pada pemutih pakaian.

3. Pemutih Pakaian

Pemutih Pakaian

Pemutih pakaian yang baik sebenarnya yang model bluing yang mana menimbulkan efek kebiruan pada kain putih dan cara penggunaanya kebalikan dari pemutih klorin yaitu pada bilasan terakhir. Efek dari bluing ini kain putih menjadi berwarna putih biru, lebih cerah, bersih, dan putih. Pemutih klorin adalah pemutih yang efektif namun dapat merusak serat kain.

4. Menghilangkan Noda

Menghilangkan Noda

Cara terbaik adalah menghilangkan noda dulu baru proses pencucian. Hilangkan padatan noda dengan ujung tumpul (sendok atau apapun), lalu aliri air dari luar ke dalam agar noda tidak menyebar.

5. Detergen

Detergen

Gunakan detergen yang lembut, tidak beracun, dan ramah lingkungan, tingkatkan daya pembersih dengan menambahkan 1/2 cangkir borax atau sesuai kebutuhan. Borax merupakan mineral alami yang mengandung antiseptik, antibakteri, melembutkan, dan memutihkan.

6. Mencerahkan Tanpa Pemutih

Mencerahkan Tanpa Pemutih

Langkah pertama, pencucian dilakukan secara terpisah dengan air panas. Kain yang ukurannya lebih kecil seperti kain lap, kaus kaki dapat diputihkan dalam air mendidih di atas kompor dengan irisan lemon, caranya isi panci dengan air dan sedikit irisan lemon, didihkan, matikan api, baru masukkan kain yang ingin diputihkan, rendam hingga 1 jam, kemudian cuci seperti biasa. Cara lain yaitu dengan penambahan borax atau cuka putih dan air saat proses mencuci. Untuk lebih cerah, jemur di bawah sinar matahari.

7. Pakaian Bayi

Pakaian Bayi

Detergen biasa terlalu keras untuk kulit bayi yang sensitif. Untuk menghindari iritasi gunakan detergen tanpa bahan aditif dan bahan kimia, yang mana beberapa diantaranya kurang basa sehinnga kurang bisa untuk menghilangkan noda, namun yang pasti lebih aman. Hindari pelembut pakaian, dan untuk menghilangkan noda, rendam dengan air dingin sebelum proses pencucian.

8. Kain Lap Bagian 1

Kain Lap

Kain lap merupakan produk kain yang sangat dibutuhkan dan jarang dicuci selain karena lupa biasanya juga faktor kemalasan, untuk mengatasinya segera rendam kain lap dalam bak cuci piring segera setelah proses makan atau memasak selesai, setelah badan tidak terlalu capek dan tidak terlalu kenyang segera kucek, jemur, bilas.

9. Kain Lap Bagian 2

Kain Lap Bagian 2

Taruh kain lap pada wastafel yang sudah ditutup lubang buangannya, tambahkan air panas, detergen, dan klorin jika diperlukan, tunggu beberapa menit, kemudian jangan dikucek namun ditekan-tekan. Kuras air, kemudian bilas dengan cara mengucek-ngucek dalam aliran air mengalir.

10. Kain Lap Bagian 3

Kain Lap Bagian 3

Untuk pengeringan, gulung dengan handuk besar dan tepuk-tepuk untuk membuang kelebihan air, jemur di rak atau langsung di bawah sinar matahari. Langsung disetrika juga bisa karena bahan kain lap relatif sangat ringan sehingga cepat kering.

11. Mencuci dengan Tangan

Mencuci dengan Tangan

Kain yang dianjurkan dicuci dengan tangan adalah jenis wol, sutra, dan rayon. Rendam kain dengan air hangat dan detergen ringan, kemudian buang airnya, bilas air dengan memeras lebut di bawah aliran air, untuk lebih menyerap kelebihan air gunakan handuk

12. Dry Cleaning

Dry Cleaning

Untuk kain dengan penuh manik-manik atau lipatan-lipatan dengan noda yang membandel bawa saja ke dry cleaning yang mana sudah mempunyai pelarut khusus dan penanganan khusus pula.

13. Siklus Mencuci

Siklus Mencuci

Agar kain awet siklus mencuci harus teratur dan tidak sampai bernoda membandel, gunakan air panas untuk memutihkan, air hangat untuk bahan-bahan yang sedang, dan air dingin untuk warna-warna cerah.

14. Pengering

Pengering

Untuk menghindari kekusutan teknik kuno yaitu menggunakan jemuran atau rak pengeringan sangat efektif, tapi kalau dengan terpaksa harus menggunakan alat pengering gunakan saat kain sudah lembab, bukan basah kuyup.

15. Bahan-Bahan Dakron dan Kapas

Dakron, Kapas

Untuk mencuci bagian dalam bantal, guling, kasur, boneka, dan sejenisnya daripada membayar tukang cuci dapat dilakukan sendiri dengan mudah, isi bak dengan air hangat dan sedikit detergen, peras perlahan, aliri air, bilas dengan air dingin sesuai kebutuhan, sebelum proses pengeringan tekan-tekan dengan tangan agar air berlebh dapat mengalir keluar.

16. Tips Untuk Dakron dan Kapas

Tips untuk Dakron dan Kapas

Gunakan beberapa bola tenis sebagai alas penjemuran, bolak balik setiap jam, tekan-tekan dengan handuk sebelum penjemuran, setelah kering tepuk-tepuk dengan tangan agar mengembang.

17. Handuk

Handuk

Setumpuk handuk bersih, segar, dan berbulu membuat suasana hati bahagia setelah mandi. Untuk handuk putih gunakan pemutih non-klorin, dan gunakan air panas, jangan gunakan pelembut kain karena menyebabkan handuk kaku setelah proses pengeringan, setelah pengeringan semprotkan parfum segar.

18. Mesin Cuci dan Pengering

Mesin Cuci dan Pengering

Seperti peralatan elektronik lainnya mesin cucipun harus dibersihkan dan diservis secara teratur. Bersihkan dengan kain bersih dan lembab, lepaskan saluran pembuangan untuk menghilangkan sumbatan.

19. Menjaga Pakaian Tetap Bersih

Menjaga Pakaian Tetap Bersih

Gunakan deodoran, parfum, dan produk untuk rambut setelah mandi dan sebelum berpakaian untuk menghindari noda kimia pada pakaian, dan setelah digunakan gantung pada hanger untuk mencegah kekusutan dan mengalirkan udara segar pada serat-serat kain.

Lumayan…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s