Sinpsis Protect the Boss Episode 9 Part 2

Dan Eun Seol lah yang minta maaf pada orang itu, bukan Na Yoon, hehe. Dan dengan sok ngebossi Na Yoon dengan angkuh mengajak Eun Seol ke rumahnya (rumah Eun Seol dan Myeon Ran, hehe). Dan mencoba semua barang yang baru dibelinya. Dan ketika Myeon Ran protes kenapa dia gak ke rumah temannya, dia mengalihkan pembicaraan dengan pergi ke kamar mandi.

Dan ketika mereka tinggal berdua, si Myeon Ran protes ke Eun Seol, kenapa sehabis Eun Seol dan Ji Heon kissing, Na Yoon malah ke sini, dan Na Yoon yang sejak semula gak berminat ke kamar mandi dengar, dan menangislah dia, hihihi.

Dan Ji Heon memikirkan perkataan Mo Won, kalau dia dan Mo Won sama-sama menyukai Eun Seol.

Saat mau tidur, Eun Seol dan Na Woon ngobrol sejenak membicarakan kisah cinta mereka. Dan kemudian Na Yoon mengkritij rumah kecil mereka, tapi dia menyukainya. Dan menganggap rumah mereka seperti tenda saat dia camping waktu dia masih kecil dulu, yang membuat Myeong Ran naik pitam lah, yang langsung dicegah Eun Seol.

Keesokan harinya, seperti biasa Eun Seol membangunkan Ji Heon. Tapi malah ditarik ke ranjang, dasar. Dan malah ketahuan Pak Cha.

Jadi demi kebaikan anaknya, Pak Cha membawa mereka bersama ke kantor cus takut terjadi apa-apa lagi, dan lihat saja, tempat duduk jadi sempit kan, dan Ji Heon masih sempat-sempatnya menyuruh Pak Cha tidak mendesak-desak Eun Seol yang mana membuat Pak Cha semakin sebel, hehe.

Dan mereka pun berjalan ke kantor sama-sama, seperti keluarga chaebol, hehe. Dan bertemu dengan Mu Woon.

Dengan sok gentle Ji Heon menyilakan semua untuk masuk ke lift duluan. Di dalam lift suasana agak kaku cus Pak Cha memperhatikan Ji Heon dan Mu Won, yang mana sudah ketahuan punya rasa special buat Eun Seol. Dan Ji Heon malah membuat suara kentut dengan menggelembungkan udara di mulutnya, hehe, gak jadi serius dong.

Di keadaan lain saat Pak Cha dan Sekretaris Jang hanya berdua, mereka membicarakan mengenai tranfernya Eun Seol ke kantor cabang minggu ini.

Dan Eun Seol pun mendapat pemberitahuan mengenai hal itu.

Ji Heon yang mengira diajak bicara berdua aja dengan Eun Seol di atap gedung terkaget-kaget karena Mu Won juga datang, yang juga terkejut. Eun Seol membicarakan mengenai jawaban lamaran mereka berdua, dia menolak keduanya. Yang mana keduanya pada berprotes ria. Dan ketika Eun Seol pergi mereka berdua langsung saling menyalahkan seperti anak yang merebutkan mainan di toko, hehe.

Eun Seol dan Ji Heon pergi survey café kopi. Dan Ji Heon tetep keukeuh ngomong ke Eun Seol kalo dia percaya Eun Seol suka padanya. Dan ketika Eun Seol mencoba membaui wangi kopi, Ji Heon mendorong tangan Eun Seol ke wajahnya, hehe.

Ji Heon juga dandan lebih macho supaya Eun Seol makin suka padanya. Tapi Eun Seol gak menanggapi.

Dan mereka survey makanan dengan cita rasa kopi. Dan ketika Eun Seol makan dengan lahapnya, Ji Heon ngomentari, kalo orang selalu makan dengan cantik dan hati-hati, Eon Seol makan dengan begitu nikmatnya, dan Ji Heon suka itu, hehe.

Dan saat mereka survey, semua orang (pelanggan) di café itu mayoritas sedang menjalin kisah kasih mereka di sana. Dan Ji Heon jadi memikirkan mereka.

Ji Heon memikirkan Eun Seol saat di toilet setelah kejadian itu, dan tersenyum-senyum saat mengucapkan kata Eun Seol.

Tapi langsung kaget pas keluar toilet, karena Eun Seol tepat di depan toilet.

Saat dalam perjalanan pulang, mereka membicarakan mengenai hasil survey nya. Dan Ji Heon mengomentari kalo dia suka bekerja sambil nge-date seperti ini, tapi Eun Seol gak menggubris, malah membicarakan mengenai promosi pasar pihak café yang kurang karena biaya promosi yang mahal disbanding pendapatan mereka. Dan saat Ji Heon membicarakan mengenai kisah cinta mereka, Eun Seol membicarakan service yang buruk di kebanyakan café, dan Eun Seol mengusulkan part timer ke bossnya. Dan karena sudah waktu makan siang, Ji Heon ngajak Eun Seol ke taman cus dia ingin menepati janjinya kalau Eun Seol sudah menyatakan cinta kepadanya dia akan memberitahukan all about traumanya.

Di kantor, Pak Cha, Sekretaris Jang, dan Sekretaris Park, membicarakan mengenai Sook Hee, Pak Cha meminta Sekretaris Park membantu Bu Sook Hee karena dia merasa tersentuh dengan peran Bu Sook Hee sebagai ibu dan wanita karir, lhah karena Pak Park itu spy nya Bu Sook Hee, seneng banget lah dia. Setelah Pak Park pergi, Pak Cha bertanya mengenai hasil laporan kesehatan Ji Heon, tapi karena Pak Jang lupa naik pitam lah Pak Cha, lucu banget ekspresinya

Di depan kantor, Bu Sook Hee secara gak sengaja bertemu dengan ayahnya Eun Seol, mengingat kejadian sebelumnya yang mana ibunya Na Yoon menunjukkan foto calon besannya, dia pun langsung berkaget ria.

Dan ketakutan dikiranya ayahnya Eun Seol mengikutinya, padahal dia Cuma mau mengembalikan hp nya Bu Sook Hee yang tadi jatuh saat mereka bertabrakan. Bu Sook Hee bertemu dengan Mu Woon di lift dengan raut ketakutan. Saat ditanya dia malah menjawab kalau dia ketakutan tanpa tahu apa yang ditakuti dan berlari, hihihi, ada2 saja ibu ini.

Para penjaga yang mengira ayah Eun Seol pembuat gara-gara malah kewalahan karena ketangguhan ayah Eun Seol. Dan ketahuan oleh Pak Cha.

Mereka pun membicarakan permasalahan mereka di ruang kerja Pak Cha setelah ayah Eun Seol mengenalkan dirinya dan mengolok-olok Pak Cha. Dan ketika Pak Cha memberitahukan bahwa Ji Heon suka Eun Seol, ayah Eun Seol menolak menerima Ji Heon, karena beranggapan orang tua mana yang mengizinkan anaknya bergaul dengan anak gangster, hehe. Dan ketika Pak Cha hamper keceplosan kalo pemberitaan bahwa dia gangster itu akibat ulah Eun Seol, dia membatalkan niatnya, hehe. Dan sebagainya, mereka saling memojokkan dan menghina. Dan setelah memberikan cinderamata berupa sapu tangan dan memberikan hp Bu Sook Hee yang tadi jatuh, dia pun meninggalkan ruangan Pak Cha.

Dan saat telephone bordering, dan Pak Cha mengangkatnya.

Terbongkarlah spyer Pak Park…

Dan di luar pun Bu Sook Heed an Mu Won bertemu ayah Eun Seol lagi… hehe.

Dan mereka pun bertemu Eun Seol dan Ji Heon.

Mu Won dan Ji Heon pun mendapat ceramah dari ayahnya Eun Seol.

Ibu Na Yoon sebal karena Na Yoon masih menginap di rumah Eun Seol dan berencana mendobrak mereka.

Di rumah, Na Yoon dan Myeong Ran sedang bermasker ria.

Eun Seol dan ayahnya melanjutkan kemarahan mereka di teras rumah. Dan menjelaskan kalau hari ini adalah hari terakhir dia bekerja. Ayahnya pun kaget apakah itu karena dia, tetapi Eun Seol mengatakan tidak. Dan ketika Myeong ran dan Na Yoon melihat kea rah mereka, ayahnya mengira kalao mereka perampok karena memakai masker, dan mereka mengenalkan diri mereka. Dan datanglah ibu Na Yoon. Dan ketika mau memukul Na Yoon, ayah Eun Seol pun langsung betindak melerai mereka dengan jurusnya, hehe.

Di kantor, Pak Cha yang sudah tahu kebusukan Pak Park yang sedang mempresentasikan hasil kerjanya hanya menyimak dalam diam. Dan ketika itu sudah selesai, Pak Cha berteriak-teriak, marah akan dirinya sendiri, yang mana membuat Pak Jang panic. Pak Cha yang sensitive langsing mengingatkan Pak Jang agar tidak mengkhianatinya karena kalo itu terjadi, dia akan sendiri. Dan Pak Jang menyerahkan hasil medical Ji Heon dan tahulah dia mengenai agoraphobia.

Nenek yang baru pulang ke rumah di kagetkan Pak Cha, yang sedang resah mengenai putranya. Nenek pun bilang kalo Ji Heon berusaha mengatasi masalahnya, jadi dia mendukungnya dari belakang. Dan mereka pun bertingkah selayaknya ibu yang membesarkan hati anaknya yang sedang sedih.

Ji Heon lagi-lagi sedang berfikir, mengenai kata-kata ayah Eun Seol. Dan berfikir untuk pergi menemui mereka.

Nenek mencari obat herbal yang ternyata lagi-lagi dicuri oleh cucunya sendiri untuk calon mertuanya, hehe.

Eun Seol yang sedang memikirkan kepindahannya, tiba-tiba mendengar bahwa bossnya datang. Dia mengira Ji Heon tahu, tapi ternyata Ji Heon mau menemui ayahnya. Ayahnya yang semula diam diri tiba-tiba menunjukkan tinjunya di muka Ji Heon, dan mengeluhkan respon Ji Heon yang lambat. Dia mengeluhkan kalo dia tidak suka Pak Cha, Ji Heon bilang itu gak adil, dan Eun juga membela kalo Pak Cha sebenarnya sangat baik. Ayah Eun Seol bilang ke Eun Seol apa dia berencana menikahinya kok dia membela gitu. Ji Heon yang merespon, iya, saya akan menikainya. Langsung aja ayah ngamuk, dan Eun Seol meneriakinya gila. Dan tiba-tiba ada panggilan dari Pak Cha, dan Eun Seol pura-pura kalo temannya yang bernama Bong Sook, lucu banget i.

Eun Seol pun menemui Pak Cha. Pak Cha ternyata membicarakan mengenai phobia Ji Heon, Eun Seol pun memberitahu Pak Cha segala yang dia tahu bahwa Ji Heon menderita phobia itu saat ibunya meninggalkan dia sendiri di taman, dan tidak kembali lagi, dia pun jadi lupa jalan untuk pulang dan kemudia setelah kakak laki-lakinya meninggal phobianya bertambah parah, karena dia beranggapan semua itu salahnya. Akhirnya Pak Cha berharap Eun Seol membantu Ji Heon, dan tidak jadi pindah.

Ji Heon yang baru saja pulang dari rumah Eun Seol sangat kaget akan kehadiran Pak Cha di kamarnya dengan memeluk boneka kodoknya yang bernama Dooly, hihihi, dasar uda kepala tiga tapi imut banget si Ji Heon ini.

Eun Seol berupaya memenuhi janjinya kepada Pak Cha dengan merancang system pembelajaran untuk Ji Heon.

Keesokan harinya Pak Cha dan Pak Jang membicarakan masalah perusahaan, Bu Shin, dan Ji Heon.

Di tempat lain Ji Heon membicarakan mengenai ayah Eun Seol yang mana sangat tidak menyukainya. Dan saat Eun Seol mengajaknya mulai berlatih dan menarik tangannya, hal ini tertangkap oleh mata si Mu Won.

Dan ternyata program Eun Seol adalah menjadikan Ji Heon part timer di café, biar sekalihan latihan phobia dan mengerjakan proyek perusahaannya.

Saat melamar part time, di café pertama gagal karena da terlalu tua.

Di café kedua karena status akademisnya sangat tinggi, kenapa ini jadi masalah. Hehe.

Dan karena tidak ada yang berhasil akhirnya Eun Seol menjelaskan alasannya kepada seorang manager café, dan berharap agar statusnya tidak dikeahui pegawai lain dan menganggap Ji Heon sama dengan yang lain.

Akhirnya Ji Heon mulai memakai seragam part time nya, dan di kamar ganti dia bertemu dengan orang yang menjaganya selama di taman hiburan ketika Eun Seol naik kora-kora, ingat?

Mu Won dan Bu Shin sedang membicarakan ibu Na Yoon yang mana sedang dalam masa kejayaan. Hehe. Sebenarnya mengenai investasi yang besar, dan Na Yoon yang selalu disuruh mengikuti kencan buta oleh ibunya.

Mu Won pun pergi menemui Na Yoon, sebenarnya dia masih ada rasa dengan kepeduliannya, tapi gak mau mengakui si oppa ini, hehe.

Dan seperti mengharapkan bantuan wajah Na Yoon memelas meminta tolong agar dibebaskan dari kencan buta ketika saat perpisahan mereka.

Mu Won pun tanggap dan mengikutinya, menginstruksikan Na Yoon agar keluar mobil saat lampu hijau.

Dan mereka pun berhasil kabur. Mu Won menawarkan hotel milik ibunya.

Mu Won sedang mencari-cari apa ya itu… dan ditanyai mengenai hotel oleh ibunya, dan Mu Won tidak berminat untuk menjawabnya. Karena ibunya ingin dia membantunya, lalu dia mendorong ibunya untuk keluar dan beristirahat.

Dan saat inilah saatnya Ji Heon pertama kali bekerja, ayahnya mensupportnya dari belakang. Sikap aneh Pak Cha membat Ji Heon menduga yang tidak-tidak, seingga Pak Cha yang semula berbaik hati kembali marah-marah lagi.

Eun Seol di tengah perjalanan menuju café di beri tukang kaca mata sebuah kaca mata.

Penjual bunga semaket bunga mawar merah.

Gelang.

Kebab.

Teddy.

Dan mengira semua ini ulah Ji Heon, padahal Mu Won.

Akhirnya selesai juga…. Episode 9========TAMAT============D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s