Sinopsis Protect the Boss Episode 8 Part 3

Eon Seol : seperti aku akan mengorbankan seluruh hidupku untuk Cha Ji Heon. Hidupku akan berakhir seperti ini.

Ji Heon : Kenapa berakhir eh? Baiklah, aku mengerti kamu marah. Tapi ini bukan salahku. Hari ini aku seperti ini karena aku sangat mengkhawatirkanmu. Jadi tenangkan dirimu, dan bersikaplah lebih rasional ya… Aku benar-benar takut sekarang, sampai tidak bisa bernafas (terengah-engah, mulai lagi deh aksinya kaya si Kim Joo Woon di Secret Garden yak). Sekarang karena kamulah hatiku sakit. Enggak ding, tidak hanya hatiku, aku merasa sangat sakit semua, seluruh badanku merasa kesakitan (untung dia gak keceplosan pesakitan, hihihi)

Eon Seol : Apakah Cuma kamu yang merasa sakit, hah? Aku juga sakit tau!

Ji Heon : Oh? Yang mana sakit? Hei, di mana yang kamu rasakan sakit?

Eon Seol : Pernahkah kamu berlari dengan high heels? Aku terus berlari kemana-mana sejak bertemu denganmu (karena disuruh-suruh terus). Kakiku gak pernah istirahat. Benar-menar menyakitkan tau! Apa kau piker hanya kakiku yang sakit? Kepalaku juga hampir pecah karena sakit. Semua itu karena kamu. Jika aku gak kerja dengannya lagi, apa yang akan dia lakukan? Bagaimana dia akan hidup? Ini seperti ibu yang kehilangan anaknya. Aku belum menikah, tetapi aku sudah menjadi ibumu! Kau bilang kamu menyukaiku? Dan kamu ingin aku berada di sisimu selamanya? Bagaimana denganku heh? Kamu ingin aku menjadi tukang bersih-bersih untukmu sepanjang sisa hidupku? Dan menghabiskan waktu liburku berlari kesana-kemari seperti orang gila? Kakiku lelah dan sakit, hatiku juga begitu tau. Tapi kamu berkata aku pahlawan dan seperti superhero bagimu. Enggak! Aku gak sebaik itu! Kalau seseorang dapat membayar lunas tagihan kartu kreditku, aku akan berhenti berbuat masalah dengan bank lagi, dan akan menyimpan uangku baik-baik dan gak berhutang lagi. Aku hanya kepingin pekerjaan tetap, jadi aku dapat bekerja tanpa kekhawatiran. Aku gak punya keinginan apa-apa lagi. Aku gak sebaik itu, gak sehebat itu. Jadi jangan bergantung kepadaku. Aku juga sangat lelah. Aku juga ingin bergantung pada seseorang (punya pacar, hihihi). Aku mengatakan padamu untuk gak banyak complain, tapi aku melakukan untuk diriku sendiri. Jadi, apa yang aku katakan adalah aku mohon kamu hidup dengan baik, aku bukan hanya salah satu yang menderita, kesakitan, aku selalu menampilkan yang terbaik yang kubisa. Gak seperti kamu yang selalu mengeluh (sombong euy). Kumohon bekerja dan hiduplah dengan baik direktur! Mengerti? Jawab! Jawab aku!

Ji Heon : Ok, aku ngerti. Akan aku terima. Tapi batalkan kalau kamu mau berhenti bekerja ya.

HP Eun Seol bunyi tuh…

Sms dari Mo Woon… Aku juga telat kok, jangan khawatir, aku akan menunggumu…

Eun Seol : Apa lagi ini!

Ji Heon : Hei, dengarkan aku selesai bicara dulu dong sebelum kamu pergi.

Eon Seol : Aku sudah telat. Aku lupa kalau ada janji tau.

Ji Heon : Ayo pergi bareng.

Eun Seol : Jangan ikuti aku, pulanglah. Ayahmu mencarimu.

Ji Heon : Gimana sih, masa hanya membicarakan ceritamu saja. Aku juga punya sesuatu untuk dibicarakan. Lagian, aku gak punya uang atau mobil. Dan aku gak tau jalan pulang (hahaha, ga mungkin, berapa taun dia tinggal di Seol?

Eun Seol : Kerjakan apa yang aku katakan ok? Pertama, cari taksi. Kedua, katakan pada sopirnya tujuanmu. Ketiga, pas sampai rumah pencet bel, dan katakan orang rumah untuk membayar taksi, ok? Kamu dapat melakukan ini sendiri kan? (kalo si Oska-Secret Garden- pas habis dari kantor polisi itu kok gak bisa ya, padahal sampai nyanyi-nyanyi gitu, hihihi). Aulah, bisa ato enggak, aku gak peduli, yang penting udah aku katakan.

Ji Heon : Aku gak bisa, aku gak bisa pergi. Kamu membuatnya seperti ini terakhir kali kita bertemu.

No Eun Seol pun lari mengejar bis. Ji Heon ikut-ikut tuh, hehe…

Tapi gak masuk-masuk… hihihi, dan akhirnya masuk dengan sedikit dorongan cinta dalam dirinya, ciyeee… lhah tapi karena dia ga bawa uang, Eun Seol yang semula pura-pura gak kenal dengan terpaksa membayarinya dong. Dan Ji Heon yang ga pernah naik bus, duduk di kursi untuk ibu hamil, malunyaaa… (di sini belum ada e, nunggu sumbangan dari korea kali ya) haha…

Eun Seol bilang kalau dia uda ga memedulikan Ji Heon lagi. Ji Heon disuruh menganggap mereka tidak saling kenal. Ji Heon berusaha melunakkan hati pujaan hatinya, bahwa dia ga akan menyentuhnya, tapi hanya menginginkan Eun Seol mendengarkan kata-katanya. Dia meminta maaf, dan mengatakan kalo ini g fair buat Eun Seol. Dan menyadari kalau semua adalah salahnya. Dan berharap Eun Seol gak marah lagi.

Trus minta untuk bicara di luar bus. Dan memintanya untuk tidak berhenti bekerja. Dan karena ini pertama kalinya dia naik bus, dia jadi agak panik, dia minta izin untuk menyentuh Eun Seol. Ciyeee….

Lhah tapi tiba-tiba bus ngerem mendadak, ckiiieeeet…..

Mak nyut, Ji Heon reflex langsung narik rambut Eun Seol buat pegangan. Hihihi. Gatot deh baikannya gara-gara panikisasi… hihihi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s